Rabu, 13 Juli 2011

Ujian: Bukti Kasih Sayang Allah

“Mata ini boleh menangis, hati ini boleh berduka. Tapi kita tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai Allah”, begitu ucap Rasulullah saw ketika putranya Ibrahim dipanggil Allah.

Hidup ini memang penuh dengan ujian. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua orang akan diuji oleh Allah swt. Baik berupa kesulitan maupun kemudahan, kekurangan maupun kelebihan, kemiskinan maupun kekayaan. Yang menjadi prioritas utama kita adalah bagaimana kita menyikapi ujian yang datang kepada kita. Dan untuk menyikapi ujian tersebut, akan sangat baik jika kita tahu hakikat di balik ujian yang diberikan Allah swt melalui hadits-hadits Rasulullah saw berikut:
- Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi).
- Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)
- Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, ”Aku bertanya kepada Rasulullah saw, ”Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?” Nabi saw menjawab, ”Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari)
- Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari).
- Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)
- Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi)
- Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)
- Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)
- Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR. Al Bazzaar)
- Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, ”Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi saw menjawab, ”Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
- Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)
- Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR. Abu Ya’la)
- Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridha dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberian-Nya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberian-Nya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)
- Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)
- Bencana yang paling payah ialah bila kamu membutuhkan apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR. Ad-Dailami)
- Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)

Jumat, 08 Juli 2011

Anakku masuk SMA

Ketika di sms dari hape istri bahwa akbar Agung, anak pertamaku tidak layak menerima Beasiswa Penuh dari Kalla Educare karena dianggap tidak layak artinya orang tuanya masih mampu dan masih banyak anak yang layak atau lebih layak menerima beasiswa meskipun si anak ini lulus dari semua tes akademik dan berkas....saya tersadar dan sama sekali tidak kaget karena saya pernah bertugas di Rumah Zakat sebagai PIC sekaligus Relawan yang mensurvey penerima Beasiswa.
Saya katakan dengan singkat kepada istri, ikhlaskan saja. cuma itu sms saya....karena di mata orang lain dan saya yakin di mata Allah kita adalah orang yang mampu meskipun realita ini sekarang kita tidak punya dana untuk membayar uang  pangkal anak-anak?

Mendaftar ke SMA Negeri
Setelah ada kepastian dari Kalla Educare bahwa kami tidak layak mendapat beasiswa, anak saya cepat saya suruh mendaftar ke SMK NEG 7 Makassar. Sekolah ini memang sudah jadi alternatif kedua apabila tidak lulus. Dalam hati kami , saya dan istri mengatakan kira-kira ada dana nggak ya kalo si anak ini lulus? tapi Bismillah aja, kata saya ...Insya Allah . Dua hari setelah testing dan tiba saat pengumuman di koran. Ternyata anak saya tidak lulus. Istri saya shok, tapi saya tenang saja sebab yakin bahwa ini adalah skenario Allah SWT karena kalau lulus berarti saya harus mempersiapkan uang pangkal empat juta rupiah sementara dana kita lagi 'nihil' nih. Sudahlah, nak...kamu daftar ke SMK 3 Muhammdiyah aja..situ juga bagus kog. mulanya istri saya tidak setuju...tapi saya yakinkan bahwa anak kita ini pintar tapi kurang nilai 'rukhiyah' nya dan di Muhammadiyah itu saya kira tempatnya dia bisa digembleng. dan alasan ini kayaknya bisa dia terima




Tujuan hidup anda, apa? email dari TDW

Hi Bangjay,
Bersama Saya Tung Desem Waringin.
Pertanyaan saya hari ini adalah, apa alasan dan tujuan hidup Anda ?
Tujuan hidup di dunia bagi setiap orang berbeda. Ketika kita
bertanya kepada kebanyakan orang, apakah mereka ingin kaya dan
merdeka secara finansial? Mereka akan mengatakan “Ya”. Tetapi
ketika mereka harus menghadapi kenyataan, jalan yang tampaknya
terlalu panjang, terlalu banyak bukit untuk didaki, terlalu
banyak kerikil, dan untuk itu akan banyak orang yang menyerah.
Supaya orang kuat menjalani jalan yang panjang, berbukit dan
berkerikil, orang membutuhkan alasan dan tujuan yang kuat.
Sebagai contoh, Sir Edmund Hillary, pendaki Mount Everest yang
pertama. Ketika Sir Edmund Hillary ditanya,”kenapa anda mendaki
gunung everest dengan mempertaruhkan nyawa anda? Apakah jika
ditanya seperti ini, Sir Edmund akan menjawab seperti
ini,”Tidak tahu ya.., saya cuma jalan-jalan pagi dengan anjing
saya, kemudian saya melihat ada gunung, kemudian naik keatas, dan
kemudian saya turun, eh..ternyata semua orang
mengatakan,”Oh..kamu hebat..kamu hebat.” Apakah seperti itu?

Sudah pasti bukan. Sir Edmund Hillary mempunyai alasan yang
sangat kuat sedemikian sehingga tujuan sebagai orang pertama yang
mampu mendaki mount everest menjadi obsesi. Ketika dia tidur dia
bermimpi Mount Everest, ketika bangun dan membuka jendela dia
lihat Mount Everest, ketika makan dia teringat Mount Everest,
bahkan ketika ke toilet pun dia lihat Mount Everest.
Demikian juga Juara Olympiade Sprinter 100m Carl Lewis, ketika
ditanya kenapa kamu juara? Apakah dia menjawab “Tidak tahu ya,
saya lagi lari-lari, Eh.. tahu-tahu juara”
PIkirkan dan tulislah alasan-alasan anda untuk menjadi sukses.
Apakah alasan anda sangat kuat? 

Tung Desem Waringin
p.s. Anda sudah mengikuti banyak belajar dan bertindak namun masih belum sukses ?
Mungkin ada yang salah dengan mindset Anda, klik di http://www.tdwclub.com/nlpr 
--

Kamis, 07 Juli 2011

9 kecerdasan anak

Konsep ‘Multiple Intelligences’ menyediakan kesempatan pada anak untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Mari pahami konsepnya!
Kalau ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga jalan menuju kecerdasan. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas. Kalau ada banyak cara, berarti ada banyak tanda pula untuk melihat kecerdasan anak. Tanda itu bukan hanya dapat dilihat dari prestasi akademiknya di sekolah, atau mengikutkan anak kedalam tes intelejensia.
Anak-anak dapat memperlihatkan kecerdasannya lewat banyak cara. Cara itu misalnya melalui kata-kata, angka, musik, gambar, kegiatan fisk (kemampuan motorik) atau lewat cara sosial-emosional. Itu karena, menurut Thomas Armstrong, Ph.D, periset kecerdasan anak dan penulis buku ‘In Their Own Way : Discovering and Encouraging Your Child’s Multiple Intelligences’, semua anak terlahir cerdas dan berbakat. Kalaupun ada yang tampak tak menonjol, itu karena beberapa anak menunjukkan bakatnya lebih lambat dibanding anak lain.
Karenanya, banyak hasil-hasil riset kecerdasan anak menyarankan para orangtua untuk memberi banyak pengalaman dan stimulasi kepada anak. Stimulasi dan sensasi pengalaman yang intens itu berguna untuk segera membangkitkan kecerdasan anak. Jadi tak ada lagi istilah ‘anak menunjukkan bakat lebih lambat’. Fakta-fakta riset itulah yang kemudian oleh Prof. Howard Gardner, seorang psikolog dan pakar ilmu saraf dari Universitas Harvard, AS tahun 1983 dikristalkan ke dalam konsep teori kecerdasan yang disebutnya ‘Multiple Intelligences’ atau Kecerdasan Majemuk/Ganda.
Tidak Satu Parameter
Menurut Gardner, manusia itu, siapa saja--kecuali cacat atau punya kelainan otak—sedikitnya memiliki 9 kecerdasan. Kecerdasan manusia, saat ini tak hanya dapat diukur dari kepandaiannya menguasai matematika atau menggunakan bahasa. Ada banyak kecerdasan yang dapat diidentifikasi di dalam diri manusia. Coba bagaimanaMam & Pap menentukan siapa yang cerdas dalam pertanyaan berikut : “Siapa yang paling cerdas di lapangan sepakbola, apakah David Beckham atau Albert Einstein?” Juga, “Siapa yang cerdas di panggung musik, apakah Krisdayanti atau Susi Susanti?”. Mereka cerdas di bidangnya masing-masing. Kita tak bisa menggunakan satu parameter untuk membandingkan kecerdasan mereka.
Dalam buku terbarunya, ‘Intelligence Reframed : Multiple Intelligence for The 21st Century’ (1999), Howard Gardner, menjelaskan 9 kecerdasan yang tersimpan dalam otak manusia. Konsep kecerdasan ganda ini, bila dipahami dengan baik, akan membuat semua orangtua memandang potensi anak lebih positif. Terlebih lagi, para orangtua (guru) pun dapat menyiapkan sebuah lingkungan yang menyenangkan dan memberdayakan di rumah (di sekolah).
Bahan Sederhana
‘Ruang kelas’ terbesar untuk belajar sebenarnya sudah tersedia. Ya, dunia adalah ruang belajar itu. Untuk mengembangkan kecerdasan unik anak-anak lewat konsep ini, yang dibutuhkan sebenarnya sudah tersedia di lingkungan sekitar. Di sekolah, anak bisa diajak keluar kelas untuk mengamati setiap fenomena yang terjadi di dunia nyata. Sementara di rumah, anak bisa memanfaatkan benda-benda dan materi di sekitar rumah. Mam & Pap tak perlu membelikan alat belajar maupun mainan yang mahal.
Konsep Multiple Intelligences juga mengajarkan kepada anak bahwa mereka bisa belajar apapun yang mereka ingin ketahui. Apapun yang ingin diktehauinya itu dapat ditemui di dalam kehidupan nyata yang dapat mereka alami sendiri. Sementara, bagi orangtua maupun guru, yang dibutuhkan hanya kreatifitas dan kepekaan untuk mengasah kemampuan anak. Baik Mam & Pap maupun guru juga harus mau berpikir terbuka, keluar dari paradigma tradisional.
Soal manfaat lingkungan untuk membantu proses belajar ini, sudah diteliti lho oleh beberapa orang peneliti kegiatan belajar. Ada Vernon A. Magnesen tahun 1983 dan sekelompok peneliti seperti Bobbi DePorter; Mark Reardon, dan Sarah tahun 2000. Mereka menjelaskan bahwa kita sebenarnya mendapat pengetahuan dari apa yang kita baca (10%), dari apa yang kita dengar (20%), dari apa yang kita lihat (30%), dari apa yang kita lihat dan dengar (50%), dari apa yang kita katakan (70%) dan dari apa yang kita katakan dan lakukan (90%).
Nah dari situ terlihat bukan, dari aktivitas seperti apa kita lebih banyak mendapatkan pengetahuan? Ya, dari yang kita lihat dan dengar serta dari paraktik yang kita lakukan.Belajar dengan menggunakan teori kecerdasan ganda bukan cuma menegaskan “it’s how smart they are” tapi “It’s how they are smart!” Bukan ‘seberapa pintar anak’ tapi ‘bagaimana mereka bisa menjadi pintar’. n
9 Kecerdasan Ganda yang Dimiliki Anak
1. VISUAL/SPATIAL (Cerdas Gambar/Picture Smart)
Anak belajar secara visual dan mengumpulkan ide-ide. Mereka lebih berpikir secara konsep (holistik) untuk memahami sesuatu. Kemampuan untuk melihat ‘sesuatu’ di dalam kepalanya itu mampu membuat dirinya pandai memecahkan masalah atau berkreasi.
2. VERBAL/LINGUISTIC (Cerdas Kata/Word Smart)
Anak belajar lewat kata-kata yang terucap atau tertulis. Kecerdasan ini selalu mendapat tempat (unggul) dalam lingkungan belajar di kelas dan tes-tes gaya lama.
3. MATHEMATICAL/LOGICAL (CerdasLogika-Mateamatik/Logic Smart)
Anak senang belajar melalui cara argumentasi dan penyelesaian masalah. Kecerdasan ini juga pas ditampilkan di dalam kelas.
4. BODILY/KINESTHETIC (Cerdas Tubuh/Body Smart)
Anak belajar melalui interaksi dengan satu lingkungan tertentu. Kecerdasan ini tak sepenuhnya bisa dianggap sebagai cerminan dari anak yang terlihat ‘sangat aktif’. Kecerdasan ini lebih senang berada di lingkungan dimana ia bisa memahamisesuatu lewat pengalaman nyata.
5. MUSICAL/RHYTHMIC (Cerdas Musik/Music Smart)
Anak senang dengan pola-pola, ritmik, dan tentunya musik. Termasuk, bukan hanya pola belajar auditori tapi juga mempelajari sesuatu lewat indetifikasi menggunakan panca indera.
6. INTRAPERSONAL (Cerdas Diri/Self Smart)
Anak belajar melalui perasaan, nilai-nilai dan sikap.

7. INTERPERSONAL (Cerdas Bergaul/People Smart)
Anak belajar lewat interaksi dengan orang lain. Kecerdasan ini mengutamakan kolaborasi dan kerjasama dengan orang lain.

8. NATURALIST (Cerdas Alam/Nature Smart)Anak senang belajar dengan cara pengklasifikasian, pengkategorian, dan urutan. Bukan hanya menyenangi sesuatu yang natural, tapi juga senang menyenangi hal-hal yang rumit.
9. EXISTENTIAL (Cerdas Makna/Existence Smart)
Anak belajar sesuatu dengan melihat ‘gambaran besar’, “Mengapa kita di sini?” “Untuk apa kita di sini?” “Bagaimana posisiku dalam keluarga, sekolah dan kawan-kawan?”. Kecerdasan ini selalu mencari koneksi-koneksi antar dunia dengan kebutuhan untuk belajar.

Sabtu, 25 Juni 2011

Berani berkata Tidak


Hi Bangjay,

Bersama Saya Tung Desem Waringin disini.
Pada hari ini saya ingin menceritakan sebuah cerita
yang bisa bermanfaat bagi Anda.
Tahukah anda ketika kita berkata tidak? Bahwa dalam hidup ada
suatu perbuatan yang sia-sia tapi tak menghasilkan? Perbuatan itu
adalah berusaha untuk selalu berkata “ya” untuk memuaskan
orang lain. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah
cerita rakyat dari Eropa yang mengilustrasikan hal ini dengan
sangat baik. Selamat membaca!
Di suatu pagi hari yang cerah, seorang penggiling tepung dan
anaknya pergi untuk menjual hasil gilingannya ke kota. Anaknya
menunggangi keledai sementara ayahnya berjalan di sisi keledai itu.
Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang dari desa sekitar.
Orang itu berkata “Kamu seharusnya malu dengan dirimu
sendiri!” Katanya dengan nada merendahkan. “Kamu duduk dengan
nyamannya sementara ayahmu yang sudah berumur harus berjalan.
kamu tidak punya rasa hormat!” Dengan malu-malu, sang anak dan
ayahnya saling menatap dan bertukar tempat dengan rasa malu.
Ketika mereka melanjutkan perjalanan, seorang tua menghardik
mereka. Katanya “Bagaimana kamu ini? Duduk dengan nyamannya di
atas keledai sementara anakmu kesulitan mengikutimu. Lihat!”
Akhirnya sang ayah memutuskan untuk menunggangi keledai itu
bersama dan melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita dari arah sebaliknya.
Dia juga menemukan kesalahan pada pengaturan tersebut. “Aku tak
pernah melihat kekejaman seperti ini! Kalian berdua terlalu berat
untuk keledai yang malang tersebut. Dasar pemalas! Akan lebih
pantas bila kalian berdua yang membawa keledai itu dan hasil
gilinganmu.”
Karena tak ingin mengecewakan wanita itu, sang ayah memerintahkan
anaknya untuk mengikat kedua kaki keledai tersebut. Sementara ia
memotong sebuah batang yang panjang dan kuat untuk membawanya.
Mereka berdua kemudian meyisipkan batang tersebut diantara
kaki-kaki keledai yang kini sudah terikat. Mereka membawanya
seperti orang suku yang baru mendapatkan tangkapan dan
melanjutkan perjalanannya ke kota.
Ketika mereka menyebrangi sungai, keledai mereka ketakutan
melihat pantulan dirinya di air sungai yang belum pernah dilihat
sebelumnya. Keledai itu mulai meronta-ronta dengan sangat kencang
dan menyebabkan kedua pemiliknya kehilangan kesimbangan dan
melepaskan pegangan mereka.
Keledai itu terjatuh ke sungai dan tidak bisa berbuat apa-apa
karena masih terikat. Singkat kata, keledai itu mati terseret
arus air dan tenggelam. Sedangkan kedua pemiliknya hanya melihat
dengan pasrah.
Moral of the story: After a moment of silent reflection, the
father turned to the boy and spoke:  “Son, we learned a
valuable lesson today. We learned that when you try to satisfy
everyone, you end up losing your ass*.”
Moral dari cerita: Setelah terdiam dan merenung beberapa saat,
sang ayah berpaling ke anaknya dan berkata: Nak, kita mendapat
pelajaran berharga hari ini. Kita belajar bahwa; ketika kamu
berusaha untuk memuaskan semua orang, kamu akan merugikan diri sendiri.”
Karena kita semua ingin disukai, kita berusaha untuk memuaskan.
Bila tidak dikendalikan, kebutuhan kita untuk diterima oleh orang
sekitar dapat menempatkan kita pada misi yang tidak berkesudahan
dan sia-sia. Biasanya hal ini ditemui ketika kita menolong
seseorang secara terpaksa karena rasa “nggak enak lah!”
Hal ini seringkali menjadi penghalang kita dalam mencapai tujuan atau goal pribadi
Ketidakmampuan untuk berkata “tidak!” adalah salah satu
penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras.
Jadi, apa yang anda tunggu lagi? Bila anda melakukan sesatu
dengan terpaksa dan rasa tidak enak hati, angkat gagang telpon
anda dan katakkan “tidak” sekarang juga!
Salam dahsyat!



Tung Desem Waringin

Selasa, 21 Juni 2011

Karena Tidak Berinfaq,Laptopku Rusak.?

Astagfirullah mohon ampun ya Allah, karena saya lalai tidak memenuhi janji maka inilah akibatnya, laptop ku tiba-tiba hang, error tidak bisa on. 
Beberapa hari yang lalu dalam rapat Pengurus Masjid dekat rumah ..seluruh pengurus inti dimintai kontribusi dana pembangunan renovasi masjid. Pak ketua yang saat itu memimpin rapat menggilir satu persatu kesediaan pengurus untuk menyumbang sesuai kemampuan. Beliau pun dengan gaya khasnya menunjuk satu persatu pengurus , mulai dari sebelah kanan beliau...Pak rum...nyumbang berapa? sambil tersenyum...lima ratus ribu pak, katanya..alhamdulillah ,,menggema di arena rapat...saya yang giliran ketiga yang akan ditunjuk sudah mulai rada gelisah, bukan apa? jamaah....tapi memang lagi 'bokek' uang tidak ada...eh tengok tabungan , kalo tidak salah ada saldo empat ratus ribu, tapi kan itu sudah ada pos anggarannya kelak? kataku dalam hati. gimana ya? pikirku...insya Allah dengan mantap ketika gilirannku, saya katakan alias janjikan, dua ratus ribu, pak....insya Allah. maka notulen rapat dengan cekatan mencatat satu persatu pengurus...dan tidak ada satupun pengurus yang tidak menyumbang alias mengiyakan inisiatif pak Ketua itu. Setelah rampung semua, notulen membacakan sumbangan alias janji pengurus untuk mendonasi renovasi masjid sebelum kita meminta ke jamaah lain.Hasilnya luar biasa jamaah total nya dua belas juta rupiah. Alhamdulillah , tapi itu masih dalam betuk notulis alias baru berupa harapan dan janji dari pengurus.
Hari jum at pun diumumkan hasil rapat tadi malam bahwa pengurus inti meyumbang sebesar dua belas juta rupiah dan mohon jamaah lain berpartisipasi supaya dana renovasi masjid ini cukup sesuai RAB, yaitu dua puluh juta rupiah..
Satu dua hari sampai tiga minggu berlalu saya pun belum menyetor ke bendahara dua ratus ribu yang saya janjikan dalam rapat pembangun, tapi saya ingat terus, insya Allah akan saya bayar janjiku, kataku dalam hati, tunggu ada dana longgar sedikit. mantap dan yakin akan saya sumbangkan...
Dua hari yang lalu saya dapat job dikit dan ada profinya, saya katakan dalam hati bahwa, insya Allah akan saya setor langsung dana ini..tapi sekali lagi saya masih simpan itu uang belum juga saya setor ke masjid.Dan apa yang terjadi jamaah? laptop ku tiba-tiba error tidak bisa dipakai, hang tidak ada power...mati aku, dalam hati. kira-kira ini hukuman langsung dariAllah.
Repot jadinya saya hari itu pas ada job desain dan kerjaan , laptop tidak berfungsi...maka bergegas saya ke tempat servis komputer langgananku..oh, ini mainboardnya, katanya....ok, servis aja saya tinggal dulu, karena ada kerjaku di rumah yang belum selesai..dan satu jam kemudian si tukang servis menelpon, "bang laptonya sudah beres. sudah baik kembali"  makasih, jadi berapa ongkosnya? tanyaku lewat telpon, "tiga ratus lima puluh ribu!" , saya kira tiga puluh lima ribu, jadi saya bertanya ulang, " Berapa?" Tiga ratus lima puluh ribu tegasnya, ah? apa mainboardnya diganti? tanyaku lagi seakan tidak percaya, masa cuman satu jam diotak atik sudah dihargai segitu? sementara saya punya kerjaan ni tiga hari dikerja cuman dapat untuk seratus ribu? Tapi sudah lah...mungkin ada hikmanya , maka saya periksa kembali kas , merogoh kembali dana yang akan disumbangkan ke mesjid yang tadi dua ratus ribu jadi keluar tiga ratus ribu rupiah. Maafkan ya Allah

Rabu, 15 Juni 2011

Infaq Tidak dibayar, why?

Usrah kali ini termasuk istimewa karena saya yang akan membawakan madah usar yaitu kisah Perang Badar, sebenarnya materi ini jauh lebih mudah bagi saya dibanding tugas menghafal...padahal 'mindset' kita seharusnya mengutamakan menghafal Alquran dibanding amanah lainnya. tapi otak sudah agak 'soak' kali ya? he....he.....dan alhamdulillah materi berjalan sebagaimana mestinya, (kayak bahasa pejabat).
Agenda terus bergulir mulai masalah persiapan Muqayyam samapai info keadaan keuangan usar. Nah di agenda ini nih saya bermasalah karena tak pernah sama sekali membayar 'infaq' . Bukan saya pelit alias mangkir atau medit plus membandel dari aturan usar tapi memang saya memandang saat ini adalah waktu untuk menunda pengeluaran yang tersier alias pos anggaran ketiga.Sungguah keadaan keuangan 'negara keluarga' saya dalam posisi 'defisit' jadi yang namanya potongan income untuk keperluan lainnya saya berusaha untuk STOP. Afwan. Dan memang betul ini adalah keputusan yang agak berat juga plus menahan malu sama ikhwan lainnya . dan anggaplah ini adalah utang saya. insya Allah akan saya lunasi. amin. 
Sebentar lagi biaya anggaran keperluan rumah tangga akan meningkat denga datangnya tahun ajaran baru. Biaya sekolah anak-anak dan keperluan lainnya, tapi saya tetap yakin semua akan bisa diatasi, Allah melihat kebutuhan hambanya dan tidak mungkin akan mempersulit hambanya yang sujud bersama orang-orang yang beriman. Amin
Muqayyam pun telah tiba, naqib men-sms kemarin meminta kepastian dan kesiapan saya untuk ikut. dan saya katakan , afwan tidak ikut kali ini! dan beliau menanyakan alasan dan kalau seandainya masalahnya karena dana pendaftaran 160 ribu itu yang jadi penghalang beliau mengatakan akan bisa diatasi. alhamdulillah. Tapi saya katakan , bukan. maksudnya bukan alasan yang pertama tapi dana itu jadi alasan yang ketiga. Pertama karena anak saya akbar akan saya temani sampai detik kepastiannya dia lulus di Athirah, kedua ada order cetakan yang akan saya tunggu dan ketiga ,..nah itu saya tidak ada dana untuk muqayyam, he...he. malu dong koq dibyarin terus? memang enak dibayarin tapi sesungguhnya jiwa saya lebih enak kalau saya mampu membayar dan membantu orang. Nah?